Kamis, 25 Mei 2017

Semua Indah Pada Waktu-Nya

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah ya Allah. Hanya itu yang bisa aku ucapkan atas limpahan karunia yang telah Engkau berikan untukku.Bagaimana tidak aku bersyukur, semua yang aku inginkan telah aku dapatkan, aku dapatkan diwaktu yang tepat, indah diwaktunya.
Sewaktu SDN, sekitar kelas tiga aku pernah terlontar ucap dihadapan teman-temanku kalau aku mau jadi guru, ya saat itu aku memiliki guru-guru muda yang sangat menarik perhatianku, ada bu Yuyun, bu Iceu , bu Nonoy, bu Kiki dan bu Cucu, menurutku mereka keren, bergaya, tajir, cantik, dan punya pekerjaan yang terhormat. Lepas dari kelas tiga aku mulai berganti-ganti cita-cita, mau jadi pramugari biar bisa jalan-jalan gratis, mau jadi insinyur pertanian biar bisa lihat-lihat pemandangan pedesaan yang indah, mau jadi artis biar jadi kaya dan terkenal dan pingin jadi orang penting yang dihormat-hormat, ya pokoknya siapa yang aku lihat di TV dan aku suka langsung aku mau jadi seperti, biasalah anak-anak. Tahun 1993 aku lulus SMAN jurusan A2 dengan NEM  41,18 untuk 7 mapel dengan nilai di atas 7 untuk  semua bahasa, yang bikin aku bahagia nilai ini melebihi anak yang selama ini jadi juara umum….yeeeee, sorry ya friend saat itu aku lihat dikau sedih sekali. Selepas EBTANAS aku ikutan UMPTN, karena ini pengalaman baru aku semangat sekali, aku ambil formulir IPS karena pengen masuk ke Jurusan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang aku rasa kemampuanku mumpuni di sana, malam sebelum pengisian formulir di gedung UNPAD kakakku yang paling berpengaruh nyaranin supaya milih akuntansi UNPAD biar bisa jadi wanita karir yang sukses jangan jadi guru, aku terbujuk, detik terakhir aku pilih akuntansi sama pilihan satu lagi yang aku lupa, psykologi kalo ga salah atau managemen ya ah lupa, dan hasilnya gagal, aku sedih, tapi kakakku. yang udah pengaruhi aku, malah bilang aku ternyata anak yang bodoh, karena ga bisa tembus UMPTN, ya Allah…jahat amit. 
Selain UMPTN sebenarnya aku juga ikutan tes di Akademi Farmasi, tapi gagal juga, akhirnya satu tahun aku nganggur,
Ketika tahun1999 aku lulus dari Jurusan Sejarah IPK ku 2,76 dengan predikat Sangat Memuaskan, tentang IPK ini ada cerita lucu, ceritanya pada dua semester akhir aku ambil remidial class untuk beberapa mata kuliah yang aku rasa bisa aku perbaiki dan aku selalu berdoa dalam setiap sholatku supaya aku dapat predikat sangat memuaskan biar di buku tahunan aku bisa bangga diri dan ternyata Allah mengabulkan doa dan usahaku, IPK ku hanya terpaut satu angka dari predikat memuaskan…amazing.
Kemudian, aku jadi tenaga honorer di sebuah SMPN yang baru berdiri, dengan gaji Rp 30.000 untuk 20 jam waktu ngajar, kerjanya dua hari dari pagi sampai sore, aku juga ngahonor di SMK bidang otomotif dan listrik, dengan gaji Rp 90.000 untuk 10 jam waktu ngajar kerjanya dua hari siang saja, terakhir ngahonor di SMP Swasta, dengan gaji Rp 30.000 untuk 12 jam waktu ngajar Sejarah dan PMP  kerjanya dua hari pagi saja, dari ketiga sekolah tersebut penghasilan pertamaku dalam sebulan Rp 150.000 brutto. Aku senaaaaang sekali karena selepas kuliah aku tidak nganggur, itupun sesuai doaku dalam sholat,”ya Allah paparin abdi padamelan anu halal, abdi alim nganggur”, dan Allah mengabulkan doa dan strategiku, aku melamar pekerjaan sebelum sidang akhir, bulan juni aku cari-cari loker dan bulan Juli aku sidang akhir….amazing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar