Minggu, 21 Mei 2017

Hidupku Bukan Ukuran untuk Hidup Kawanku

Tadi pagi aku baca status temen SMAku yang sekarang lagi ngajar di Cilegon, statusnya panjang menghunjam bayang….haha ga nyambung, tapi enakeun dibacana, bae weh. Aku adopsi, gini kira-kira statusnya ;
Ketika kita berhasil hidup ekonomis, dengan uang belanja tiga juta sebulan bisa hidup layak lebih dari sederhana, melihat kawan kita menghabiskan tujuh juta untuk kebutuhan bulanannya, kita katakan dia boros. Kita tidak tahu, berapa banyak anak yatim piatu yang dia santuni, kita tidak tahu berapa kepala yang bergantung hidup padanya, kita tidak tahu kawan kita jaauuuuuh lebih ekonomis dari kita.
Ketika kita berhasil menjadikan keluarga kita harmonis, dengan meredam hasrat kita berkarir, melihat kawan kita yang karirnya kian menanjak, kita katakan dia menelantarkan keluarganya. Kita tidak tahu, dia bangun lebih pagi dari kita untuk menyiapkan keperluan keluarganya, kita tidak tahu pulsanya selalu habis untuk melakukan videocall dengan anak2nya, kita tidak tahu setiap malam dia menahan kantuk untuk mengobrol dengan keluarganya, kita tidak tahu setiap hari dia habiskan waktu di jalan untuk mondar mandir antara tugas dan menjemput anak-anaknya, kita tidak tahu kawan kita sangat dirindukan oleh keluarganya, kita tidak tahu keluarga kawan kita jaauuuuuuuuh lebih harmonis dari kita.
Ketika kita berhasil menjadi orang yang beriman, dengan melaksanakan ibadah ritual, melihat kawan kita yang shalat fardhunya hampir di akhir waktu, kita katakan dia tidak beriman. Kita tidak tahu, dia sholat tidak hanya yang fardhu, kita tidak tahu dia bekerja untuk melayani orang banyak, kita tidak tahu didalam sholatnya selalu teruntai doa untuk orang lain disamping keluarganya, kita tidak tahu kawan kita jaaauuuuuuuuh lebih baik dari kita.
Ketika kita berhasil menjadi orang yang gaul, dengan mengikuti kegiatan rumpi dimana-mana, melihat kawan kita yang bergaulnya hanya dengan keluarganya saja, kita katakan dia kuper. Kita tidak tahu, dia punya banyak waktu untuk browsing ilmu mutakhir, kita tidak tahu dia punya banyak waktu untuk sharing dengan keluarganya, kita tidak tahu dia punya banyak waktu untuk membaca, kita tidak tahu dia punya banyak waktu untuk mempraktekan ilmu parenting ke keluarganya, kita tidak tahu kawan kita jaaauuuuuuuh lebih gaul dari kita.
Jangan pernah jadikan kehidupan kita sebagai ukuran untuk orang lain….nasihat untukku….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar