Tadi pagi aku baca status temen SMAku yang sekarang
lagi ngajar di Cilegon, statusnya panjang menghunjam bayang….haha ga nyambung,
tapi enakeun dibacana, bae weh. Aku adopsi, gini kira-kira statusnya ;
Ketika kita berhasil hidup ekonomis, dengan uang
belanja tiga juta sebulan bisa hidup layak lebih dari sederhana, melihat kawan
kita menghabiskan tujuh juta untuk kebutuhan bulanannya, kita katakan dia
boros. Kita tidak tahu, berapa banyak anak yatim piatu yang dia santuni, kita
tidak tahu berapa kepala yang bergantung hidup padanya, kita tidak tahu kawan
kita jaauuuuuh lebih ekonomis dari kita.
Ketika kita berhasil menjadikan keluarga kita
harmonis, dengan meredam hasrat kita berkarir, melihat kawan kita yang karirnya
kian menanjak, kita katakan dia menelantarkan keluarganya. Kita tidak tahu, dia
bangun lebih pagi dari kita untuk menyiapkan keperluan keluarganya, kita tidak
tahu pulsanya selalu habis untuk melakukan videocall dengan anak2nya, kita
tidak tahu setiap malam dia menahan kantuk untuk mengobrol dengan keluarganya,
kita tidak tahu setiap hari dia habiskan waktu di jalan untuk mondar mandir
antara tugas dan menjemput anak-anaknya, kita tidak tahu kawan kita sangat
dirindukan oleh keluarganya, kita tidak tahu keluarga kawan kita jaauuuuuuuuh
lebih harmonis dari kita.
Ketika kita berhasil menjadi orang yang beriman, dengan
melaksanakan ibadah ritual, melihat kawan kita yang shalat fardhunya hampir di
akhir waktu, kita katakan dia tidak beriman. Kita tidak tahu, dia sholat tidak
hanya yang fardhu, kita tidak tahu dia bekerja untuk melayani orang banyak,
kita tidak tahu didalam sholatnya selalu teruntai doa untuk orang lain
disamping keluarganya, kita tidak tahu kawan kita jaaauuuuuuuuh lebih baik dari
kita.
Ketika kita berhasil menjadi orang yang gaul, dengan
mengikuti kegiatan rumpi dimana-mana, melihat kawan kita yang bergaulnya hanya
dengan keluarganya saja, kita katakan dia kuper. Kita tidak tahu, dia punya
banyak waktu untuk browsing ilmu mutakhir, kita tidak tahu dia punya banyak
waktu untuk sharing dengan keluarganya, kita tidak tahu dia punya banyak waktu
untuk membaca, kita tidak tahu dia punya banyak waktu untuk mempraktekan ilmu
parenting ke keluarganya, kita tidak tahu kawan kita jaaauuuuuuuh lebih gaul
dari kita.
Jangan pernah jadikan
kehidupan kita sebagai ukuran untuk orang lain….nasihat untukku….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar